Showing posts with label kisah tauladan. Show all posts
Showing posts with label kisah tauladan. Show all posts

Friday, July 17, 2009

GAMBARAN MANUSIA YANG BERDOSA DI PADANG MASYAR..

BERWAJAH KERA
Suka menabur fitnah sesama manusia

BERWAJAH KHINZIR (babi)
Suka memberi & menerima rasuah

BUTA KEDUA BELAH MATA
Hakim yang zalim ketika menjatuhi hukuman

PEKAK DAN BISU
Suka menunjuk-nunjuk amal ibadat & kebajikan yang dilakukan kepada orang
lain.

TUBUH YANG MENGALIR NANAH & DARAH YANG AMAT BUSUK SERTA MENIKAM LIDAHNYA BERULANG KALI
Golongan yang berilmu & mengajar orang lain tetapi perbuatannya sendiri tidak sama dengan apa yang dikatakannya.

BADANNYA LUKA SEPERTI DIHIRIS
Menjadi saksi tetapi berbohong terhadap kebenaran

BERJALAN TERHOYONG - HAYANG SEPERTI CACAT
Orang yang kedekut membelanjakan sedikit hartanya untuk kebajikan

BERJALAN SEPERTI MABUK
Orang yang suka bercerita hal-hal dunia didalam masjid

RUPA BADANNYA SEPERTI KHINZIR
Suka makan riba - orang yang digelar along @ ceti

TIDAK BERTANGAN & TIDAK BERKAKI
Suka menyakiti @ menyusahkan jiran sekeliling

WAJAH & BADANNYA SEAKAN KHINZIR
Suka mempermudahkan solat & lalai dalam solatnya hingga sering terlupa
rukun

PERUTNYA DIPENUHI ULAR & KALAJENGKING YANG SERING MENYENGAT-NYENGAT
Tidak mahu mengeluarkan zakat terhadap dirinya, pendapatannya, terhadap
perniagaan & lain-lain zakat

BADANNYA SANGAT BUSUK SEPERTI BAU BANGKAI
Melakukan maksiat secara sembunyi-sembunyi

TIDAK BERLIDAH & DARAH YANG BUSUK MENGALIR DARI MULUT
Malas dan jarang mengucap dua kalimah syahadah

BERJALAN KAKI KEATAS & KEPALA KEBAWAH, DARAH DAN NANAH SENTIASA MENGALIR DARI KEMALUAN
Suka melakukan zina

MUKA HITAM & PERUTNYA DIPENUHI API
Suka makan harta anak yatim

KULIT DIPENUHI SOPAK & KUDIS
Orang yang menderhaka kepada kedua orang tuanya

GIGINYA SEPERTI TANDUK LEMBU LIDAH TERJELIR HINGGA KEPERUT, NAJIS & AIR KENCINGNYA SENTIASA MENGALIR KELUAR DARI KEMALUAN
Orang yang suka minum arak @ segala jenis benda yang menghayalkan
seperti dadah dan lain-lain.

P/S: MOGA DIJAUHI DARI SEMUA INI YA ALLAH.

DOSA YG LEBIH BESAR DARI BERZINA.

Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaianya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam dukacita yang mencekam. Kerudungnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa hias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak(menyiksa) hidupnya. Dia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s.

Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan salam.Maka terdengarlah ucapan dari dalam Silakan masuk Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata, Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya. Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya..

Apakah dosamu wahai wanita ayu? tanya Nabi Musa a.s. terkejut. Saya takut mengatakannya. jawab wanita cantik. Katakanlah jangan ragu-ragu! desak Nabi Musa.Maka perempuan itupun terpatah bercerita, Saya.... telah berzina. Kepala Nabi Musa terangkat,hatinya tersentak. Perempuan itu meneruskan, Dari perzinaan itu saya pun... lantas hamil. Setelah anak itu lahir,langsung saya... cekik lehernya sampai...tewas( mati), ucap wanita itu seraya menangis sejadi-jadinya. Nabi Musa berapi-api matanya. Dengan muka berang ia mengherdik, Perempuan bejad, enyah(pergi) kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!... teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik.

Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk keluar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau dibawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya. Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya,Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertaubat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya.

Nabi Musa terperanjat. Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu? Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril. Betulkah ada dosa yang lebih besar daripada perempuan yang nista itu?


Ada jawab Jibril dengan tegas. Dosa apakah itu? tanya Musa kian penasaran. Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina.Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.

Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman di dadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan
ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima
kedatangannya. (Dikutip dari buku 30 kisah teladan - KH Abdurrahman Arroisy


Tolong sebarkan kepada saudara-saudara kita yang belum mengetahui. Wassalamu™alaikum wbt..

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang
menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang maa'ruf
dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Ali Imran 104:105)

Qul, Amantu bil-Lahi, tsumnas-taqim Katakanlah! Aku percaya kepada Allah dan kemudian pegang teguhlah pendirian itu.

************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* *****

p/s: Cuba bayangkan, dah ler buat zina tanpa rasa
bersalah kat Tuhan,tak bertaubat, pastu tak solat..
brape besar punya dosa??

Bertaubatlah. ..kita manusia x lepas dr kesilapan..
iman
tunggang terbalik,biasa lar tu..
Solatlah ikut waktu...solat yg ikhlas dan khusyuk mencegah

dr kemungkaran. ..
Kerja adalah suatu ibadah tp solat juga merupakan ibadah...Mana letaknya
keberkatan dalam kerja tanpa solat...

INGATLAH...JANJI ALLAH ITU BENAR
**************************************

dengan kebesaran namuMu Ar-Rahman dan Ar-Rahim..
ku ingin memohon keampunan dariMu Ya Rabb..
Ya Allah ampunilah segala dosaku yang telah mengunung tinggi ini..
jauhilah aku dari berbuat dosa2 yang tidak beroleh pengzmpunan darimu Ya Allah..
dan ampunkanlah dosa kedua ibubapaku,adik-beradikku serata guru2 ku..dan kepada seluruh kaum meslimin dan muslimat sekalian..ampunilah kami ya Allah..
dan sejahterakanlah keatas junjungn Besar Nabi Muhammad s.a.w serta para sabat..

Bacelah demi kesejahteraan bersama

source : email taman2 syurga

date: 17 july

notes: copy n paste..n sile anda2 juga copy n paste ye..

'Ringan-ringan' Sebelum Kahwin

Jika seorang bapa mengetahui 'ringan-ringan' anak dan membiarkannya, ia dayus. Ingin saya tegaskan, seorang wanita dan lelaki yang telah 'ringan-ringan' atau 'terlanjur' sebelum kahwin di ketika bercinta, tanpa tawbat yang sangat serius, rumah tangga mereka pasti goyah. Kemungkinan besar apabila telah berumah tangga, si suami atau isteri ini akan terjebak juga dengan 'ringan-ringan' dengan orang lain pula.

Hanya dengan taubat nasuha dapat menghalangkan aktiviti mungkar itu dari melepasi alam rumah tangga mereka. Seterusnya, ia akan merebak pula kepada anak-anak mereka, ini kerana benih 'ringan-ringan' dan 'terlanjur' ini akan terus merebak kepada zuriat mereka. Awas..!!

Dalam hal ini, semua suami dan ayah perlu bertindak bagi mengelakkan diri mereka jatuh dalam dayus. Jagalah zuriat anda.

Suami juga patut sekali sekala menyemak hand phone isteri, beg isteri dan lain-lain untuk memastikan tiada yang diragui. Mungkin ada isteri yang curang ini dapat menyembunyikan dosanya, tetapi sepandai-pandai tupai melompat akhirnya akan tertangkap jua. Saya tahu, pasti akan ada wanita yang kata.

"habis, kami ini tak yah check suami kami ke ustaz?"

Jawabnya, perlu juga, cuma topic saya sekarang ni sedang mencerita tanggung jawab suami. Maka perlulah saya fokus kepada tugas suami dulu ye.

Cemburu seorang suami dan ayah adalah wajib bagi mereka demi menjaga maruah dan kehormatan isteri dan anak-anaknya.

Diriwayatkan bagaimana satu peristiwa di zaman Nabi

قَالَ سَعْدُ بْنُ عُبَادَةَ : لَوْ رَأَيْتُ رَجُلاً مَعَ امْرَأَتِي لَضَرَبْتُهُ بِالسّيْفِ غَيْرُ مُصْفِحٍ عَنْهُ ،

فَبَلَغَ ذَلِكَ رَسُولَ اللّهِ صلى الله عليه على آله وسلم فَقَالَ : أَتَعْجَبُونَ مِنْ غَيْرَةِ سَعْدٍ ؟


فَوَ الله لأَنَا أَغْيَرُ مِنْهُ ، وَالله أَغْيَرُ مِنّي ، مِنْ أَجْلِ غَيْرَةِ الله حَرّمَ الْفَوَاحِشَ مَا

ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَن.

Ertinya : Berkata Ubadah bin Somit r.a : "Jika aku nampak ada lelaki yang sibuk bersama isteriku, nescaya akan ku pukulnya dengan pedangku", maka disampaikan kepada Nabi akan kata-kata Sa'ad tadi, lalu nabi memberi respon : "Adakah kamu kagum dengan sifat cemburu (untuk agama) yang dipunyai oleh Sa'ad?, Demi Allah, aku lebih kuat cemburu (ambil endah dan benci demi agama) berbandingnya, malah Allah lebih cemburu dariku, kerana kecemburuan Allah itulah maka diharamkan setiap perkara keji yang ternyata dan tersembunyi. . " ( Riwayat Al-Bukhari & Muslim )

Lihat betapa Allah dan RasulNya inginkan para suami dan ayah mempunyai sifat protective kepada ahli keluarga dari melakukan sebarang perkara keji dan mungkar, khasnya zina.

BILA LELAKI MENJADI DAYUS?

Secara mudahnya cuba kita lihat betapa ramainya lelaki akan menjadi DAYUS apabila :-

1) Membiarkan kecantikan aurat, bentuk tubuh isterinya dinikmati oleh lelaki lain sepanjang waktu pejabat (jika bekerja) atau di luar rumah..

2) Membiarkan isterinya balik lewat dari kerja yang tidak diketahui bersama dengan lelaki apa dan siapa, serta apa yang dibuatnya di pejabat dan siapa yang menghantar.

3) Membiarkan aurat isterinya dan anak perempuannya dewasanya terlihat (terselak kain) semasa menaiki motor atau apa jua kenderaan sepanjang yang menyebabkan aurat terlihat..

4) Membiarkan anak perempuannya ber'dating' dengan tunangnya atau teman lelaki bukan mahramnya.

5) Membiarkan anak perempuan berdua-duaan dengan pasangannya di rumah kononnya ibu bapa 'spoting' yang memahami.

6) Menyuruh, mengarahkan dan berbangga dengan anak perempuan dan isteri memakai pakaian yang seksi di luar rumah.

7) Membiarkan anak perempuannya memasuki akademi fantasial, mentor, gang starz dan lain-lain yang sepertinya sehingga mempamerkan kecantikan kepada jutaan manusia bukan mahram.

8) Membiarkan isterinya atau anaknya menjadi pelakon dan berpelukan dengan lelaki lain, kononnya atas dasar seni dan lakonan semata-mata. Adakah semasa berlakon nafsu seorang lelaki di hilangkan?.
Tidak sekali-sekali.

9) Membiarkan isteri kerja dan keluar rumah tanpa menutup aurat dengan sempurna.

10) Membiarkan isteri disentuh anggota tubuhnya oleh lelaki lain tanpa sebab yang diiktiraf oleh Islam seperti menyelematkannya dari lemas dan yang sepertinya.

11) Membiarkan isterinya bersalin dengan dibidani oleh doktor lelaki tanpa terdesak dan keperluan yang tiada pilihan.

12) Membawa isteri dan anak perempuan untuk dirawati oleh doktor lelaki sedangkan wujudnya klinik dan hospital yang mempunyai doktor wanita.

13) Membiarkan isteri pergi kerja menumpang dengan teman lelaki sepejabat tanpa sebarang cemburu.

14) Membiarkan isteri kerap berdua-duan dengan pemandu kereta lelaki tanpa sebarang pemerhatian.

Terlalu banyak lagi jika ingin saya coretkan di sini. Kedayusan ini hanya akan sabit kepada lelaki jika semua maksiat yang dilakukan oleh isteri atau anaknya secara terbuka dan diketahui olehnya, adapun jika berlaku secara sulit, suami tidaklah bertanggungjawab dan tidak sabit 'dayus' kepada dirinya.

Mungkin kita akan berkata dalam hati :- " Jika demikian, ramainya lelaki dayus di kelilingku"

Lebih penting adalah kita melihat, adakah kita sendiri tergolong dalam salah satu yang disebut tadi.

Awas wahai lelaki beriman..jangan kita termasuk dalam golongan yang berdosa besar ini.

Wahai para isteri dan anak-anak perempuan, jika anda sayangkan suami dan bapa anda, janganlah anda memasukkan mereka dalam kategori DAYUS yang tiada ruang untuk ke syurga Allah SWT.

Sayangilah dirimu dan keluargamu. Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.

Akhirnya, wahai para suami dan ayah, pertahankan agama isteri dan keluargamu walau terpaksa bermatian kerananya. Nabi SAW bersabda :

من قتل دون أهله فهو شهيد

Ertinya : "Barangsiapa yang mati dibunuh kerana mempertahankan ahli keluarganya, maka ia adalah mati syahid" ( Riwayat Ahmad , Sohih menurut Syeikh Syuaib Arnout)

Sekian

p/s : Diizinkan pembaca menyebarkan tulisan ini sejauh mana yang mungkin demi manfaat para lelaki yang berhasrat menjadi penghuni2 Syurga.

Sabar..bersabarlah..

Pada zaman dahulu ada
seorang yang bernama Abul Hassan yang pergi haji di Baitul Haram. Diwaktu tawaf
tiba-tiba ia melihat seorang wanita yang bersinar dan berseri wajahnya.

"Demi Allah, belum pernah aku melihat
wajah secantik dan secerah wanita itu, tidak lain kerana itu pasti kerana tidak
pernah risau dan bersedih hati."

Tiba-tiba wanita itu mendengar ucapan Abul Hassan lalu ia bertanya,
"Apakah katamu hai saudaraku? Demi Allah aku tetap terbelenggu oleh perasaan
dukacita dan luka hati kerana risau, dan seorang pun yang menyekutuinya aku
dalam hal ini."

Abu Hassan bertanya,
"Bagaimana hal yang merisaukanmu?"

Wanita
itu menjawab, "Pada suatu hari ketika suamiku sedang menyembelih kambing korban,
dan pada aku mempunyai dua orang anak yang sudah boleh bermain dan yang satu
masih menyusu, dan ketika aku bangun untuk membuat makanan, tiba-tiba anakku
yang agak besar berkata pada adiknya, "Hai adikku, sukakah aku tunjukkan padamu
bagaimana ayah menyembelih kambing ?"

Jawab adiknya, "Baiklah kalau begitu," Lalu disuruh adiknya baring
dan disembelihkannya leher adiknya itu.

Kemudian dia merasa ketakutan setelah melihat darah memancut keluar
dan lari ke bukit yang mana di sana ia dimakan oleh serigala, lalu ayahnya pergi
mencari anaknya itu sehingga mati kehausan.

Dan ketika aku letakkan bayiku untuk keluar mencari suamiku,
tiba-tiba bayiku merangkak menuju ke periuk yang berisi air panas, ditariknya
periuk tersebut dan tumpahlah air panas terkena ke badannya habis melecur kulit
badannya.

Berita ini terdengar kepada
anakku yang telah berkahwin dan tinggal di daerah lain, maka ia jatuh pengsan
hingga sampai menuju ajalnya. Dan kini aku tinggal sebatang kara di antara
mereka semua."

Lalu Abul Hassan bertanya,
"Bagaimanakah kesabaranmu menghadapi semua musibah yang sangat hebat
itu?"

Wanita itu menjawab, "Tiada seorang
pun yang dapat membezakan antara sabar dengan mengeluh melainkan ia menemukan di
antara keduanya ada jalan yang berbeza. Adapun sabar dengan memperbaiki yang
lahir, maka hal itu baik dan terpuji akibatnya. Dan adapun mengeluh, maka
orangnya tidak mendapat ganti yakni sia-sia belaka."

Demikianlah cerita di atas, satu cerita yang dapat dijadikan tauladan
di mana kesabaran sangat digalakkan oleh agama dan harus dimiliki oleh setiap
orang yang mengaku beriman kepada Allah dalam setiap terkena musibah dan dugaan
dari Allah.

Kerana itu Rasulullah s.a.w
bersabda dalam firman Allah dalam sebuah hadith Qudsi: "Tidak ada balasan bagi
hamba-Ku yang Mukmin, jika Aku ambil kekasihnya dari ahli dunia kemudian ia
sabar, melainkan syurga baginya."

Begitu
juga mengeluh. Perbuatan ini sangat dikutuk oleh agama. Kerana itu Rasulullah
s.a.w bersabda: "Tiga macam daripada tanda kekafiran terhadap Allah, merobek
baju, mengeluh dan menghina nasab orang."

Dan sabdanya pula, "Mengeluh itu termasuk kebiasaan Jahiliyyah, dan
orang yang mengeluh, jika ia mati sebelum taubat, maka Allah akan memotongnya
bagi pakaian dari wap api neraka." (Riwayat oleh Imam Majah)

p/s: Semoga kita dijadikan sebagai hamba Tuhan
yang sabar dalam menghadapi segala musibah.

Qala Allah: "Ya ayyuhallazeena aamanu Isbiru wa Saabiru wa Raabitu wa
AttaquLlah…..(ilakh) "

Friday, July 3, 2009

mimpi seorang gadis..

Untuk Renungan Bersama.

Bismillahirrahmanir rahim

Rakaman ini dipetik dari program Motivasi Pagi -TV 3 (6.30 pagi) oleh Ustazah Noorbayah Mahmood

Seorang gadis datang menemui Rasulullah dengan tangan kanannya disorokkan kedalam poket bajunya. Dari raut wajahnya, anak gadis ini sedang menanggung kesakitan yang amat sangat. Lalu Rasulullah menegurnya.

"Wahai anakku, kenapa wajahmu menampakkan kamu sedang kesakitan dan apa yang kamu sorokkan di tanganmu?"

Lalu gadis malang ini pun menceritakan hal yang berlaku padanya :- "Ya,Rasulullah, sesungguhnya aku adalah anak yatim piatu. Malam tadi aku telah bermimpi dan mimpiku itu telah membuatkan aku menanggung kesakitan ini." Balas gadis tadi.

"Jika tidak jadi keberatan, ceritakanlah mimpimu itu wahai anakku."

Rasulullah mula tertarik dengan penjelasan gadis tersebut."Aku bermimpi berjumpa ibuku di dalam neraka.

Keadaannya amat menyedihkan. Ibuku meminta diberikan air kerana dia amat dahaga kerana kepanasan api neraka itu hingga peluh tidak sempat keluar kerana kekeringan sekelip mata." Gadis itu berhenti seketika menahan sebak.

"Kemudian kulihat ditangan kirinya ada seketul keju dan ditangan kanannya ada sehelai tuala kecil.Beliau mengibas-ngibaskan kedua-dua benda tersebut untuk menghalang api dari membakar tubuhnya. Lantas aku bertanya ibuku, kenapa dia menerima balasan sebegitu rupa sedangkan ketika hidupnya ibuku adalah seorang hamba yang patuh dengan ajaran islam dan isteri yang taat kepada suaminya?

Lalu ibuku memberitahu bahawa ketika hidupnya dia amat bakhil. Hanya dua benda itu sahaja iaitu seketul keju dan sehelai tuala kecil pernah disedekahkan kepada fakir. Yang lainnya hanya untuk bermuka-muka dan menunjukkan kelebihan hartanya sahaja. Lalu aku terus mencari ayahku. Rupanya beliau berada di syurga danv sedang menjamu penghuni syurga dengan makanan yang lazat dan minumanv dari telaga nabi.

Ayahku memang amat terkenal kerana sikapnya yang dermawan dan kuat beramal. Lalu aku bertanya kepada ayahku. "Wahai ayah, ibu sedang kehausan dan menaggung azab di neraka.Tidakkah ayah ingin membantu ibu sedangkan di dunia kulihat ibu amat mentaatimu dan menurut perintah agama.

Lalu dijawab oleh ayahnya. Sesungguhnya beliau dan semua penghuni syurga telah dilarang oleh Allah dari memberi walau setitik air kepada isterinya kerana itu adalah pembalasan untuk kebakhilan yang dilakukan ketika didunia.

Oleh kerana kasihan melihat azab yang diterima oleh ibuku, aku lantas menceduk sedikit air mengguna tapak tangan kananku lalu dibawa ke neraka.

Belum sempat air tersebut mencecah bibir ibuku, api neraka telah menyambar tanganku sehingga melecur.

Seketika itu juga aku tersedar dan mendapati tapak tanganku melecur teruk.

Itulah sebabnya aku datang berjumpa engkau ya Rasulullah." Panjang lebar gadis itu bercerita sambil airmatanya tidak henti-henti mengalir dipipi.

Rasulullah kemudian meletakkan tongkatnya ke tapak tangan gadis tersebut lalu menadah tangan, berdoa memohon petunjuk dari Allah. Jika sekiranya mimpi gadis tersebut adalah benar maka disembuhkanlah agar menjadi iktibar kepada beliau dan semua umat islam.

Lalu berkat kebesaranNya tangan gadis tersebut sembuh.

Rasulullah lantas berkata, "Wahai anakku, pulanglah.

Banyakkan bersedekah dan berzikir dan pahalanya kau berikan kepada ibumu.Mudah- mudahan segala dosanya terampun. INSYALLAH"

"WAR-WARKANLAH KPD SELURUH UMAT MUHAMMAD UNTUK SECEBIS PEDOMAN AGAR
TIDAK MENGAMAL SIKAP KEBAKHILAN TERHADAP SESAMA MANUSIA"

Saturday, June 27, 2009

derhaka seorang anak.

semoga menjadi iktibar ye...
sayangi mak n ayah.....
xkira walaupun kluarga angkat or mentua

maaf andai ada salah n silap ye kawan n sahabat sume...huhu

Kaki terbenam di kubur ibu..

Hairan saya melihat beberapa orang kampung berkumpul di kedai pada tengah hari itu. I September 1994. Serius mereka berbual hingga dahi berkerut-kerut. Lepas seorang bercerita yang lain menggeleng -gelengkan kepala. Pasti ada sesuatu yang 'besar' sedang mereka bincangkan, kata saya di dalam hati . Setelah injin motosikal di matikan, saya berjalan ke arah mereka.

" Bincang apa tu ? Serius aku tengok," saya menyapa. " Haaa... Din, kau tak pergi tengok budak perempuan tak boleh keluar dari kubur emak dia ?" kata Jaimi, kawan saya. " Budak perempuan ? Tak boleh keluar dari kubur ? Aku tak fahambah," jawab saya. Memang saya tak faham kerana lain benar apa yang mereka katakan itu. " Macam ni," kata Jaimi, lalu menyambung, " di kubur kat kampung Batu 10 tu, ada seorang budak perempuan tolong kebumikan emak dia, tapi lepas itu dia pula yang tak boleh keluar dari kubur tu. Sekarang ni orang tengah nak keluarkan dia... tapi belum boleh lagi ". " Kenapa jadi macam tu ? " saya bertanya supaya Jaimi bercerita lebih mendalam. Patutlah serius sangat mereka berbual.. Jaimi memulakan ceritanya. Kata beliau, memandangkan semalam adalah hari kelepasan semperna Hari Kebangsaan, budak perempaun berumur belasan tahun itu meminta wang daripada ibunya untuk keluar bersama kawan-kawan ke Bandar Sandakan. Bagaimana pun, ibunya yang sudah berusia dan sakit pula enggan memberikannya wang. " Bukannya banyak, RM 20 aja mak !" gadis itu membentak. " Mana emak ada duit. Mintak dengan bapa kamu," jawab ibunya, perlahan. Sambil itu dia mengurut kakinya yang sengal. Sudah bertahun-tahun dia mengidap darah tinggi, lemah jantung dan kencing manis. " Maaak... kawan-kawan semuanya keluar. Saya pun nak jalan jugak," kata gadis itu. " Yalah, mak tau... tapi mak tak ada duit," balas ibunya. " RM 20 aja !" si gadis berkata. " Tak ada ," jawab ibunya. " Emak memang kedekut !" si gadis mula mengeluarkan kata-kata keras. " Bukan macam tu ta..." belum pun habis ibunya menerangkan, gadis tersebut menyanggah, katanya, " Ahhh... sudahlah emak ! Saya tak mau dengar ! " " Kalau emak ada du... " ibunya menyambung , tapi belum pun habis kata-katanya, si gadis memintas lagi, katanya ; " kalau abang, boleh, tapi kalau saya minta duit, mesti tak ada !" Serentak dengan itu, gadis tersebut menyepak ibunya dan menolaknya ke pintu. Si ibu jatuh ke lantai . " Saida.. Sai.. dddaaa.." katanya perlahan sambil mengurut dada. Wajahnya berkerut menahan sakit. Gadis tersebut tidak menghiraukan ibunya yang terkulai di lantai. Dia sebaliknya masuk ke bilik dan berkurung tanda protes. Di dalam bilik, di balingnya bantal dan selimut ke dinding. Dan Sementara diluar, suasana sunyi sepi. Hampir sejam kemudian, barulah gadis tersebut keluar. Alangkah terkejutnya dia kerana ibunya tidak bergerak lagi. Bila di pegang ke pergelangan tangan dan bawah leher , tidak ada lagi nadi berdenyut. Si gadis panik. Dia meraung dan menangis memanggil ibunya, tapi tidak bersahut. Meraung si gadis melihat mayat ibunya itu. Melaui jiran-jiran, kematian wanita itu di beritahu kepada bapa gadis yang bekerja di luar. Jaimi menyambung ceritanya ; " Mak cik tu di bawa ke kubur pukul 12.30 tadi. Pada mulanya tak ada apa-apa yang pelik, tapi bila mayatnya nak di masukkan ke dalam kubur, ia jadi berat sampai dekat 10 orang pun tak terdaya nak masukkannya ke dalam kubur. Suaminya sendiri pun tak dapat Bantu. " Tapi bila budak perempuan tu tolong, mayat ibunya serta-merta jadi ringan. Dia seorang pun boleh angkat dan letak mayat ibunya di tepi kubur." Kemudian gadis berkenaan masuk ke dalam kubur untuk menyambut jenazah ibunya. Sekali lagi beramai-ramai penduduk kampung mengangkat mayat tersebut dan menyerahkannya kepada gadis berkenaan. Tanpa bersusah payah, gadis itu memasukkan mayat ibunya ke dalam lahad. Namun apabila dia hendak memanjat keluar dari kubur tersebut, tiba-tiba kakinya tidak boleh di angkat . Ia seperti di paku ke tanah. Si gadis mula cemas. " Kenapa ni ayah ?" kata si gadis. Wajahnya serta-merta pucat lesi. " Apa pasal," Si ayah bertanya. " Kaki Saida ni.. tak boleh angkat !" balas si gadis yang kian cemas. Orang ramai yang berada di sekeliling kubur mula riuh. Seorang demi seorang menjenguk untuk melihat apa yang sedang berlaku. " Ayah, tarik tangan saya ni. Kaki saya terlekat... tak boleh nak naik," gadis tersebut menghulurkan tangan ke arah bapanya.

Si bapa menarik tangan anaknya itu, tetapi gagal. Kaki gadis tersebut melekat kuat ke tanah. Beberapa orang lagi di panggil untuk menariknya keluar, juga tidak berhasil.

" Ayah... kenapa ni ?? !! Tolonglah Saida , ayah.." si gadis memandang ayah dan adik-beradiknya yang bertinggung di pinggir kubur. Semakin ramai orang berpusu ke pinggir kubur. Mereka cuba menariknya beramai-ramai namun sudah ketentuan Allah, kaki si gadis tetap terpasak di tanah. Tangisannya bertambah kuat.

" Tolong saya ayah, tolong saya... kenapa jadi macam ni ayah?" kata si gadis sambil meratap.

" Itulah, kamu yang buat emak sampai dia meninggal . Sekarangayah pun tak tau nak buat macam mana," jawab si ayah selepas gagal mengeluarkan anaknya itu.

Dia menarik lagi tangan gadis yang berada di dalam kubur tapi tidak berganjak walau seinci pun. Kakinya tetap terpahat ke tanah.

" Emak... ampunkan Saida emak, ampunkan Saida..." gadis itu menangis . Sambil itu di peluk dan di cium jenazah kiblat. Air matanya sudah tidak boleh di empang lagi.

" Maafkan Saida emak, maafkan , Saida bersalah, Saida menyesal... Saida menyesal.. Ampunkan Saida emak," dia menangis lagi sambil memeluk jenazah ibunya yang telah kaku.

Kemudian gadis itu menghulurkan lagi tangannya supaya boleh ditarik keluar. Beramai-ramai tangannya supaya boleh di tarik keluar. Beramai-ramai orang cuba mengeluarkan nya namun kecewa. Apabila terlalu lama mencuba tetapi gagal, imam membuat keputusan bahawa kubur tersebut perlu dikambus. " Kita kambus sedikit saja, sampai mayat ibunya tak dapat di lihat lagi. Kita tak boleh biarkan mayatnya macam tu aja... kalau hujan macam mana ? " kata imam kepada bapa gadis berkenaan.

" Habis anak saya ?" tanya si bapa.

" Kita akan terus cuba tarik dia keluar. Kita buat dua-dua sekali, mayat isteri awak di sempurnakan, anak awak kita selamatkan," balas imam.

Lelaki berkenaan bersetuju. Lalu seperti yang di putuskan, upacara pengebumian terpaksa di teruskan sehingga selesai, termasuk talkinnya. Bagaimana pun kubur di kambus separas lutut gadis saja, cukup untuk menimbus keseluruhan jenazah ibunya. Yang menyedihkan , ketika itu si gadis masih di dalam kubur. Bila talking di baca, dia menangis dan meraung kesedihan. Sambil itu dia meminta ampun kepada ibunya dengan linangan air mata. Selesai upacara itu, orang ramai berusaha lagi menariknya keluar. Tapi tidak berhasil. " Bila dah lama sangat, aku balik kejap untuk makan. Dah lapar sangat. Lepas itulah aku singgah ke kedai ni. Lepas ni aku nak ke kubur lagi. Nak tengok apa yang terjadi," kata Jaimi.

" Aku pun nak pergilah," kata saya. Lalu kami semua menunggang motosikal masing-masing menuju ke kubur. Kami lihat orang ramai sudah berpusu-pusu di sana. Beberapa buah kereta polis juga kelihatan di situ. Saya terus berjalan pantas menuju kubur yang di maksudkan dan berusaha menyusup ke celah-celah orang ramai yang sedang bersesak-sesak.

Setelah penat berusaha, akhirnya saya berjaya sampai ke barisan paling hadapan. Malangnya saya tidak dapat melihat gadis tersebut kerana di depan kami telah di buat kepungan tali. Kubur itu pula beberapa puluh meter daripada kami dan terlindung oleh kubur serta pokok-pokok rimbun. Di dalam kepungan itu, anggota-anggota polis berkawal dengan senjata masing-masing.

Nasib saya memang baik hari itu. Dua tiga orang daripada polis berkenaan adalah kenalan saya.

" Pssstt... Raie... Raie.. Psstt," saya memanggil , Raie yang perasan saya memanggilnya mengangkat tangan.

" Boleh aku tengok budak tu ?" saya bertanya sebaik saja dia datang ke arah saya. " Mana boleh . Keluarga dia aja yang boleh," jawabnya perlahan-lahan seperti berbisik. Sambil itu dia menjeling ke kiri dan kanan khuatir ada orang yang tahu.

" Sekejap aja. Bolehlah..."saya memujuk.

Alhamdulillah, setelah puas di pujuk dia mengalah. Tanpa berlengah, saya mengusup perlahan-lahan dan berjalan beriringan dengan Raie seolah-olah tidak melakukan apa-apa kesalahan. Namun demikian dada saya berdebar kencang. Pertama ,risau, takut di halau keluar. Kedua ; tidak sabar hendak melihat apa yang sedang berlaku kepada gadis berkenaan.

Selepas meredah kubur-kubur yang bertebaran, akhirnya saya sampai ke pusara yang di maksudkan. Di pinggir kubur itu berdiri dua tiga orang polis memerhatikan kedatangan saya.

Raie mendekati mereka dan berbisik-bisik. Mungkin dia merayu supaya saya tidak di halau. Alhamdulillah, saya lihat seorang polis yang berpangkat mengangguk-angguk. Raie terus memanggil saya lalu memuncungkan bibirnya ke arah sebuah kubur.

Bila di jenguk kedalam , dada saya serta-merta terasa sebak. Saya lihat gadis berkenaan sedang duduk di atas tanah kubur sambil menangis teresak-esak. Sebentar kemudian dia memegang tanah berhampiran lahad dan merintih ; "Emak... ampunkanlah Saida, Saida sedar, saida derhaka pada emak, Saida menyesal, Saida menyesal.."

Selepas mengesat air jernih yang terus berjejeran daripada mata yang bengkak, gadis tersebut menangis lagi memohon keampunan daripada arwah ibunya. " Emak... lepaskanlah kaki saya ni. Ampunkan saya, lepaskan saya," Di tarik-tariknya kaki yang melekat di tanah namun tidak berhasil juga.

Saya lihat bapa dan adik-beradiknya menangis, di pinggir kubur. Nyata mereka sendiri tidak tahu apa lagi yang hendak di buat untuk menyelamatkan gadis berkenaan.

" Sudahlah tu Saida... makanlah sikit nak ," rayu bapanya sambil menghulurkan sepinggan nasi juga segelas air. Si gadis tersebut langsung tidak mengendahkan. Malah memandang ke atas pun tidak. Dia sebaliknya terus meratap meminta ampun daripada arwah ibunya.

Hampir menitis air mata saya melihat Saida . Tidak saya sangka, cerita datuk dan nenek tentang anak derhaka kini beralaku di depan mata.

Begitu besar kekuasaan Allah. Memang betullah kata para alim ulama, dosa menderhakai ibi bapa akan di balas 'tunai'.

Malangnya saya tidak dapat lama di sana. Cuma 10 - 15 minit saja kerana Raie memberitahu, pegawainya mahu saya berbuat demikian. Mahu tidak mahu , terpaksalah saya meninggalkan kubur tersebut. Sambil berjalan kedengaran lagi Saida menangis dan meratap " Ampunkan saya emak, ampunkan saya saya, Ya Allah, lepaskanlah kaki ku ini, aku bertaubat, aku insaf..."

Lantas saya menoleh buat kali terakhir. Saya lihat bapa Saida dan adik beradiknya sedang menarik tangan gadis itu untuk di bawa keluar, tapi seperti tadi, tidak berhasil. Seorang polis saya lihat mengesatkan air matanya.

Semakin lama semakin ramai orang berhimpun mengelilingi perkuburan itu. Beberapa kereta polis datang dan anggotanya berkawal di dalam kepungan lengkap dengan senjata masing-masing. Wartawan dan jurugambar berkerumun datang untuk membuat liputan tetapi tidak di benarkan . Mereka merayu bermacam-macam cara, namun demi kebaikan keluarga gadis , permintaan itu terpaksa di tolak.

Matahari kian terbenam, akhirnya tenggelam dan malam merangkak tiba. Saida masih begitu. Kaki terlekat di dalam kubur ibunya sementara dia tidak henti-henti meratap meminta keampunan. Saya pulang ke rumah dan malam itu tidak dapat melelapkan mata. Suara tangisannya yang saya terngiang-ngiang di telinga.

Saya di beritahu ,sejak siang, tidak ada secebis makanan mahupun minuman masuk ke tekaknya. Seleranya sudah mati. Bapa dan adik beradiknya masih tetap di sisi kubur membaca al-Quran, Yassin dan berdoa. Namun telah di sebutkan Allah, menderhaka terhadap ibu bapa adalah dosa yang sangat besar. Saida tetap tidak dapat di keluarkan.

Embun mula menitis. Saida kesejukan pula. Dengan selimut yang di beri oleh bapanya dia berkelubung. Namun dia tidak dapat tidur. Saida menangis dan merayu kepada Allah supaya mengampunkan dosanya. Begitulah yang berlaku keesokannya. Orang ramai pula tidak susut mengerumuni perkuburan itu. Walaupun tidak dapat melihat gadis berkenaan tapi mereka puas jika dapat bersesak-sesak dan mendengar orang-orang bercerita.

Setelah empat atau lima hari terperangkap, akhirnya Saida meninggal dunia. Mungkin kerana terlalu lemah dan tidak tahan di bakar kepanasan matahari pada waktu siang dan kesejukan di malam hari. Mungkin juga kerana tidak makan dan minum. Atau mungkin juga kerana terlalu sedih sangat dengan apa yang di lakukannya.

Allah Maha Agung... sebaik Saida menghembuskan nafas terakhir, barulah tubuhnya dapat di keluarkan. Mayat gadis itu kemudian di sempurnakan seperti mayat-mayat lain.

Kuburnya kini di penuhi lalang. Di bawah redup daun kelapa yang melambai-lambai, tiada siapa tahu di situ bersemadi seorang gadis yang derhaka.


comfortsobsobsobsobbesarnya kekuasaan Allah..klau kite derhaka kepda ibubapa kita..kerana syurga di telapak kaki ibu kita dan dia yang melhirkan kita..

kaki dirantai berwajah khinzir.

Seorang wanita tua berkongsi pengalaman beliau tentang sebuah kisah menyayat hati yang disaksikan suatu ketika dahulu. Cerita tersebut aneh dan menginsafkan kerana ia tentang seksaan Allah terhadap seorang anak yang derhaka kepada ibunya sendiri. Ia diceritakan olehNek Mariam. Begini ceritanya:

Jamilah 20an, (bukan nama sebenar) adalah seorang isteri yang malang. Beliau telah ditinggalkan suami sebaik sahaja melahirkan anak sulung mereka. Jamilah terpaksa akur dengan nasib yang menimpanya itu. Mujurlah beliau masih mempunyai ibu bapa yang mengambil berat akan dirinya.

Itulah yang dikata kasih sejati seorang ibu. Tiada tolok bandingannya walhal semenjak kita dalam kandungan lagi kasih sayang sudah dicurahkan sepenuh jiwa dan raga. Setelah Jamilah bergelar janda, Jamilah kembali ke rumah ibunya. Walaupun Jamilah tidak mendapat kasih sayang seorang suami namun beliau bertuah kerana masih mendapat kasih sayang dari ibu sejati. Jamilah dan anak kecilnya dijaga dan diberikan kasih sayang dengan sempurna. Soal makan dan minum Jamilah dan anaknya tidak menjadi masalah kerana Jamilah masih mempunyai bapa yang masih kuat mengerjakan ladang dan sawah. Bapa Jamilah keluar bekerja awal pagi dan pulang lewat petang. Manakala ibunya tidak banyak aktiviti di rumah hanya memberi makan haiwan ternakan sahaja. Adik-beradiknya semua sudah berkahwin dan membawa haluan masing-masing.

Jamilah merupakan anak bongsu dalam keluarga, mengenangkan nasib malang Jamilah, sudah tentu perasaan sayu dan kasihan dari ibunya membuak-buak bila melihat anak dan cucu kecilnya tidak terbela. Usia Jamilah masih remaja walaupun bergelar janda. Zaman remajanya masih lagi belum puas dikecapi tambahan pula fikirannya masih belum matang dalam erti hidup. Jamilah terasa dirinya begitu bebas dan terlepas dari belenggu ketika hidup bersuami dahulu. Jamilah tidak merasa sebarang kekurangan pada dirinya malah bertambah yakin kerana beliau masih muda dan masih kelihatan cantik. Segala urusan anak kecilnya diserahkan kepada ibu dengan alasan tidak biasa dengan karenah anak kecil. Sebenarnya Jamilah malas untuk menguruskan anak kecil yang merimaskan.

Pada mulanya, ibu Jamilah tidak perasan, maklum sahaja cucu sendiri, tentu tidak terasa bebannya. Hari berganti hari hidup Jamilah bertambah selesa. Beliau hidup di bawah jagaan yang sempurna. Semua soal makan minum, mengasuh anak kecil dan kerja rumah tangga semuanya diambil alih oleh ibu dan bapanya. Jamilah hanya menolong ala kadar sahaja agar tabiat malasnya tidak nampak ketara.

Perangai Jamilah semakin menjadi-jadi. Melaram dengan pakaian- pakaian fesyen terkini serta bersolek agar sentiasa cantik. Suatu hari, Jamilah telah menyampaikan hasratnya ingin ke pekan untuk mendandan rambut dengan fesyen terkini. Namun ibunya melarang kerana menurut orang ramai, kandungan bahan mendandan rambut ketika itu diperbuat dari bahan haram yakni lemak babi. "Ala, bukan nak makan babi tu, hanya sapu atas kepala agar rambut lebih hitam dan berkilat...." Jamilah memberi alasan agar permintaannya ditunaikan. Namun begitu ibunya tetap melarang. Maka berlakulah satu pertengkaran antara Jamilah dan ibunya sehingga beliau tergamak mengeluarkan perkataan kesat sambil menyumpah-nyumpah ibunya. "Binatang babi! Binatang anjing!" kata Jamilah semakin berani setelah melihat ibunya mendiamkan diri sambil menitiskan airmata.

Jamilah masih berdegil, nafsunya untuk kelihatan cantik dan bergaya semakin meluap-luap hingga tidak kira lagi soal halal dan haram. Matlamatnya supaya ramai lelaki melihat dirinya cantik macam primadona. Sekaligus saham dirinya akan naik mengatasi anak-anak dara sunti di kampung itu. Petang itu, bila Jamilah baru pulang dari pekan mendandan rambut, tiba-tiba beliau terdengar suara anak kecilnya menangis kuat teresak-esak. Hati Jamilah naik radang kerana beliau sangka ibunya sengaja membiarkan anaknya begitu kerana ingin membalas dendam. Dengan bengis, Jamilah terus naik ke rumah dan jadi seperti orang yang dirasuk syaitan, terus meluru ke bilik anaknya yang menangis itu. Anaknya diambil dan diletakkan di satu sudut di dapur dan terus menuju ke bilik ibunya untuk bertindak sesuatu. Mulutnya tidak henti-henti mengomel sambil menyumpah-nyumpah.

Sebaik sahaja beliau masuk, kelihatan ibunya sedang mengerjakan solat. Kerana terlalu marah, dikala ibunya sedang sujud, beliau bertindak menendang ibunya sambil berkata "Oi babi,anjing, beruk! Tak boleh harap .... menyusahkan orang, celaka!" Ibunya yang jatuh tersungkur di hadapan sejadah bangun mengaduh dan terpinga-pinga. Beliau tidak tahu apa sebabnya Jamila tiba-tiba naik angin. Setelah beberapa lama berlinanganlah airmata ibunya apabila menyedari perkara sebenar. Sebenarnya bukan niat ibunya membiarkan cucunya itu menangis keseorangan, ketika itu beliau sedang bersembahyang, maka terpaksalah membiarkan budak itu sebentar. Sudah seberapa daya beliau menyegerakan solatnya setelah sedar cucunya menangis kuat, namun belum sempat selesai solat, Jamilah terlebih dahulu datang menyepak punggungnya. Hati ibu mana yang tak hancur remuk mengenangkan anaknya yang sampai hati dan tergamak melakukan sebegitu terhadapnya berbanding kasih sayang yang telah dicurahkan secukupnya demi anak tercinta.

Ibu mana yang tidak sayangkan anak....dalam keadaannya yang sakit seluruh sendi akibat tersungkur atas tikar sembahyang tadi, beliau telah berdoa pada Allah agar dapat diampun dosa anaknya itu. Dengan takdir Allah, tiba-tiba Jamilah berteriak dari arah dapur. Macam sesuatu yang telah berlaku pada Jamilah mahupun cucunya. Dengan lemah longlai, tergesa-gesa beliau pergi mendapatkan Jamilah. "Jeritannya sungguh kuat hingga jiran berdekatan dapat mendengarnya. Tambah terkejut apabila kami semua menyaksikan seutas rantai besi tiba-tiba sahaja keluar memecah lantai dapur dan melilit dan merantai kaki Jamilah dengan kuat. Jamilah menjerit kesakitan dan anak yang dikendong terlepas dalam dakapannya. Ibu Jamilah separuh pengsan melihat keadaan Jamilah sebegitu....," jelas Nek Mariam yang merupakan salah seorang yang menyaksikan keajaiban Allah yang maha esa itu.

Maka berduyun-duyunlah orang kampung datang untuk membantu melepaskan cengkaman rantai besi yang melilit kemas di kedua-dua kaki Jamilah. Bertungkus-lumus orang cuba memotong besi itu namun tidak berjaya. Jamilah meraung sekuat-kuat hati kerana terlalu sakit. Akibatnya darah tidak henti mengalir membasahi lantai dapur. Setelah beberapa jam berlalu, rantai besi yang mempunyai kekuatan luar biasa itu masih juga tidak boleh dileraikan dari kaki Jamilah. Akibat pendarahan yang banyak, Jamilah meninggal di situ juga dengan riak muka yang amat menakutkan. Ibu Jamilah terpaku tidak mampu melakukan apa-apa. Beliau sedar itulah balasan Allah terhadap anaknya, cuma beliau tidak menyangkakan secepat itu. "Anehnya, sebaik sahaja Jamilah meninggal, rantai itu terurai dengan sendiri lalu masuk kembali ke dalam tanah. Kami semua begitu terpegun dan berasa insaf dengan apa terjadi. Itulah balasan Allah terhadap seorang anak yang derhaka," sambung Nek Mariam sambil menitiskan airmata.

Jenazah Jamilah diuruskan seperti biasa dan dikebumikan. Upacara membaca ayat suci Al Quran di atas kubur selama 7 hari memang sering dilakukan oleh masyarakat di Pantai Timur dan menjadi satu upacara kebiasaan kepada sesiapa yang baru dikebumikan. Semasa orang-orang kampung bergilir- gilir membaca Al Quran, maka satu lagi petunjuk dari Allah terjadi. "Pada waktu hampir subuh, mereka terdengar satu suara yang meraung- raung dari arah liang lahat. "Mak ooiii.....!! Ayah ooiii!! Tolonglah...! Allah Tuhanku....minta tolong...! Mak...ayah...tolonglah!" suara mendayu-dayu itu sungguh menyeramkan dan tidak henti-henti," cerita Nek Mariam lagi.

Salah seorang dari mereka bertindak memberitahu pada ibu Jamilah akan suara itu yang mereka syak datang dari arah liang lahat. Dengan bantuan jiran-jiran berdekatan, mereka segera ke kubur Jamilah untuk menggali kubur itu kerana mereka sangkakan Jamilah masih hidup. Setelah digali, alangkah terkejutnya bila melihat jasad Jamilah yang kaku dan berbalut itu telah bertukar rupa. Kepalanya menjadi kepala seekor babi! Masya Allah.... Ramai orang menyaksikannya ....satu lagi keajaiban yang sengaja Allah ingin memperlihatkan pada hamba-hambanya. Bertambah sedih dan sayu hati ibu Jamilah melihat keadaan anaknya begitu....

Malam itu beliau bermimpi, Jamilah datang kepadanya dengan keadaan yang amat buruk dan daif sambil berkata: "Tak payahlah ibu mengadakan kenduri arwah untuk saya, kerana saya telah terkeluar daripada Islam...." menyedari hakikat itu ibunya begitu terkejut dan tak henti-henti menangis sambil berdoa kepada Allah agar mengampuni dosa anaknya itu. "Maka tiadalah kenduri arwah dibuat untuk Jamilah. Itulah cerita tentang balasan Tuhan terhadap hambanya yang berdosa. Dosa pada Tuhan mungkin dapat diampunkan jika kita bertaubat nasuha, tetapi dosa pada manusia, lebih-lebih lagi kepada kedua ibu-bapa, harus kita sendiri memohon ampun dan maaf....Jika tidak tanggunglah dosa itu dan akan dikira dan dibalas setimpal di akhirat kelak..." Nek Mariam mengakhiri ceritanya yang penuh keinsafan sesuai untuk kita semua..
comfortreal sadsobsobsyurga di telapak kaki ibu..hargailah ia semasa ia masih hidup

Isteriku itu adalah sebaik-baik wanita bagiku


Seorang lelaki telah berumah-tangga dengan seorang wanita solehah. Hasil dari perkahwinan ini pasangan tersebut telah dikurniakan beberapa orang anak lelaki dan perempuan, kehidupan mereka sekeluarga sungguh bahagia dan sejahtera.

Si isteri sewaktu hidupnya, adalah seoarang wanita yang beriman dan bertaqwa, berakhlak mulia dan rajin beribadah, ia juga adalah isteri yang setia dan taat kepada suaminya, seorang ibu yang penyayang dan sebaik-baik pendidik kepada anak-anak-anaknya.

Rumah tangga yang indah ini kekal selama 22 tahun, sehinggalah si isteri meninggal dunia. Setelah jenazah si isteri diuruskan dengan sempurna, disolatkan dan dikebumikan, maka semua ahli-keluarga, saudara-mara dan kaum-kerabat berhimpun di rumah si suami untuk mengucapkan ta'ziah. Kesemua yang berhimpun itu mahu mengucapkan kata-kata yang boleh meringankan dan mengurangkan rasa pilu dan kesedihan si suami kerana kehilangan isteri yang paling dikasihi dan dicintai.

Namun demikian, sebelum sempat sesiapapun berkata-kata, si suami telah berkata:
" semoga tidak ada sesiapapun dari kamu yang mengucapkan ta'ziah kepadaku sebaliknya dengarlah kata-kata ku ini."

Semua yang berhimpun terkejut dan terdiam dengan kata-kata si suami itu..

Si suami meneruskan kata-katanya: "Demi Allah yang tiada AIlah yang berhak disembah melainkan-Nya, sesungguhnya hari ini adalah hari yang paling bahagia dan gembira bagiku, lebih gembira dan bahagia dari malam pertamaku bersama isteriku itu.

Maha Suci Allah Ta'ala, sesungguhnya isteriku itu adalah sebaik-baik wanita bagiku, kerana ia sentiasa mentaatiku, menguruskan diriku dan anak-anakku dengan sebaik-baiknya dan juga ia telah mendidik anak-anakku dengan sempurna. Aku sentiasa bercita-cita untuk membalas segala jasa-baik yang dilakukannya kepada diriku. Apabila ia meninggal dunia aku teringat sebuah hadith Nabi (salla 'Llahu 'alayhi wa aalihi wa sallam);

"Mana-mana wanita yang meninggal-dunia sedang suaminya redho kepadanya pasti akan masuk ke dalam Syurga."[1]

Tatkala akan meletakkan jenazahnya di dalam lahad, aku telah meletakkan tanganku di kepalanya dan aku berkata: "Wahai Allah, Aku sesungguhnya redho kepadanya, maka redhoilah ia." Kulang-ulang kata-kataku itu, sehingga tenang dan puas hatiku..

Ketahuilah sekalian, sesungguhnya aku, di saat ini amat berbahagia dan bergembira, tidak dapat ku gambarkan kepada kalian betapa hebatnya kebahagian dan kegembiraan yang ku rasakan ini.

Maka barang siapa yang telah bercadang untuk mengucapkan ta'ziah kepada ku atas kematian isteriku itu, maka janganlah kamu melakukannya. Sebaliknya ucapkanlah tahniah kepadaku, kerana isteri telah meninggal dunia dalam keadaan aku redho kepadanya. Semoga Allah Ta'ala menerima isteriku dengan keredhoan-Nya. "

Hidup tidak boleh berpandukan perasaan hati yang kadangkala boleh menjahanamkan diri sendiri. Perkara utama harus kita fikirkan ialah menerima atau membuat sesuatu dengan baik berlandaskan kenyataan